Tuesday, January 1, 2019

Ketidakmungkinan

Kita adalah ketidakmungkinan
Dari rentetan alasan yang kita rasakan
Ada satu sebab bahwa Kita Tak bisa saling berjauhan
Aku ataupun kamu saling menyemogakan
Dan kamu terus perputar dalam ingatan
Dan aku adalah pecandu kenangan
Kita takkan mampu saling menjauhi
Inikah cinta sejati ?
Apa kau mengerti ?
Atau bahkan aku yang belum memahami ?

Sunday, December 30, 2018

Hilang

Ada kalanya hati harus mampu menerima
Perpisahan yang tak mampu ku rasa
Ada kalanya perasaan harus terbuang sia
Saat hati berharap tumbuhkan bahagia
Ada kalanya pertemuan berbekas luka
Saat aku berharap simpulan cinta
Patah hati yang kau cipta
Membuatku mati rasa
Takut selalu terbesit setelahnya
Kau dulu senja tempatku bersua
Kini Kau redup tergantikan badai menyapa
Tak ada kasih
Ingin ku seperti film yang kau ceritakan dahulu
Yang alurnya berakhir untuk saling melupakan
Biarkan aku dan kamu juga demikian
Cukup untuk pertemuan yang berakhir begitu menyakitkan
Jangan lagi kau ciptakan senyuman
Rasanya sendu-ku tlah menghilangmu dari ingatan
Sungguh,
Kasihmu menjebakku atas rasa yang salah
Jangan lagi kau genggam
Dan membuatku merasa tak Adil
Atas putusan Tuhan
Sungguh,
Jangan lagi kau berkabar
Karena semakin kau ada dalam hidupku
Maka akan semakin menyakitkan



Rahmatan

Jogja bersahaja
Bersama kenangan yang mulai ku eja
Menikmati skrip sederhana dari sang kuasa
Bertafakkur dengan ciptaan-Nya
Menjelajahi memperlajari arti takwa
Fabiayyi Aalaa i Robbikumaa Tukadziba
Telah kujalani garis takdirku atas kehendakmu
Dan ku sempurnakan ibadahku atas rahmatmu
Kucari jati keimanan atas ketentuanmu
Dan akan kuresapi seiring rinduku padamu
Wassamaa Rofa'aha Wawadho'al Miizan
Ku pandangi semesta penuh keimanan
Menunduk merendah penuh ketawadhu'an
Serasa diri penuh dengan kehinaan dan kekurangan
Menjadi hamba dari dzat yang penuh kesempurnaan
Walahul jawaaril munsyaatu fill bahri Kal a'lam
Mengungkapkan kekaguman yang selama ini terpendam
Ciptaan tuhan atas seluruh Alam
Mata terpanah bibir terbungkam
Sungguh, bersujudlah seluruh Alam
Ar-Rahman
Duhai manusia Idaman
Rosulku akhir zaman
Sematkanlah namamu atas hati yang penuh kedustaan
Ruku Dan sujudku atas segala kekhilafan
Harapan atas naungan
Di akhir zaman yang penuh tantangan
Allahul Karim ya mujabassaailin
Terimalah taubat dari umat muslimin.. Aamiin

Hujan


Jogja hujan, ada cerita sendu disini.
Apakah dua hati yang saling mencinta
Kemudian jarak yang jauh berbeda
Akan mampu mengalahkannya
Padahal hati sudah saling percaya
Dan nyaman atas satu dengan lainnya
Dua orang yang mengaku teman saja
Kemudian terjebak rasa cinta
Apakah mampu bersatu
Dua hati yang terhalang oleh restu
Karena ketidakyakinan orang tuaku
Perasaan menjadi korban cerita sendu
Apakah akan berujung bahagia atau bahkan kecewa
Akankah berujung bahagia atau justru malah berduka
Sebut saja aku fakir cinta
Yang mengemis restu dari orang tua
Atas pilihan hati hamba yang berpasrah
Sebut saja aku budak perasa
Yang ingin merdeka dari terjebaknya kata cinta
Yang terbelenggu dan terdistraksi oleh waktu
Meganya membiru
Itu aku
Sebut saja aku terdakwa cinta
Yang tak punya daya untuk menghindarinya
Lagi lagi aku mati rasa
Atas tangis dan perihnya jarak berbeda
Untuk yang terakhir
Aku hanya mengungkapkan bahwa
Ada banyak alasan yang membuat aku patah rasa
Tapi ada satu alasan keyakinan itu ada
Yaitu tuhan kuasa punya takdir yang sempurna

Jangan

Aku adalah harapan
Atas keadilan Tuhan
Aku adalah budak yang terbelenggu cinta
Bebaskan aku dari perasaan yang salah
Sungguh, aku tak mungkin mampu
Merasakan cinta yang harusnya tak ada
Jangan membuatku jatuh cinta
Karena sungguh rasa itu sungguh berat aku rasa
Jangan membuatku mengagumimu
Sungguh, aku tak suka itu
Jujur saja
Aku bagai manusia yang tak berdaya
Jika kau dapati aku seperti itu
Jangan salahkan aku

Hilang


Bebaskan aku
Bebaskan aku dari belenggu cintamu
Aku Tak ingin kehilanganmu
Tak ingin kehilangan teman sepertimu
Sadarkan aku
Sadarkan aku bahwa Kita tak mungkin bersatu
Sadarkan aku
Sadarkan aku bahwa kamu hanya teman dekatku
Entahlah aku tak peduli
Aku tak peduli kau anggap apa diriku
Yang jelas, aku tak ingin jauh darimu
Aku Tak peduli
Bagaimana perasaanmu terhadapku
Yang jelas, kamu adalah indah bagiku
Aku Tak peduli
Sungguh, jika kau hanya mengganggapku orang Tak berguna
Yang jelas, kamu adalah berharga
Sungguh, aku adalah pengagummu
Sekedar bisa mengagum
Bukankah ini tak Adil?
Ah biarkan saja
Biarkan doa terus mengalir untuk segera memberikan keadilan
Atas perasaan yang sama sama memendam
Beri cinta
Berharga
Kau segalanya
Kau indah
Sungguh
Aku tak berbohong

Jangan

Ingatkan aku
Bahwa Kita hanya seorang teman
Ketika jiwa penuh kasmaran
Ingatkan aku bahwa Kita adalah teman
Walaupun mungkin hati saling merasa nyaman
Ada konsekuensi patah hati dalam persahabatan
Antara lelaki dan perempuan dalam pengembaraan
Akankah Kita akan bersama
Walaupun Kita saling mencinta
Tapi jarak tak mungkin bersama
Antara Jogja dan Surabaya
Antara jawa Timur dan jawa barat
Kisahku mulai bermula
Antara keraguan yang dipenuhi dengan harapan
Ingatkan aku bahwa Kita sekedar teman
Agar aku Tak terlalu tersakiti
Maka, jangan buatku menaruh hati